Rohil (Riau62.com) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) menerima bantuan alat dan mesin pertanian dari Kementerian Pertanian pada tahun 2026. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mendorong modernisasi sektor pertanian serta meningkatkan produktivitas petani di daerah.
Kementerian Pertanian secara aktif telah menyalurkan alsintan yang telah tersebar di brigade pangan berbagai bantuan alat pertanian kepada brigade pangan di Rokan Hilir.
Bantuan tersebut meliputi mesin penggiling, mesin pengering, hingga teknologi colour sorter guna meningkatkan kualitas hasil produksi pertanian.
Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat.
“Bantuan ini sangat berarti bagi para petani di Rokan Hilir.
Kami berharap dapat meningkatkan hasil produksi serta mendorong kemajuan sektor pertanian di daerah ini,” ujarnya di sela kunjungannya ke Dinas Pertanian.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Rokan Hilir, Cicik Mawardi Athar, AP., M.Si. mengatakan bahwa daerahnya mendapatkan perhatian besar dari Kementerian Pertanian, khususnya dalam pengembangan brigade pangan.
Ia menjelaskan bahwa brigade pangan merupakan program yang diusulkan dari tingkat bawah dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pertanian. Setiap brigade mengelola lahan seluas sekitar 150 hingga 250 hektare yang difokuskan untuk komoditas padi.
“Di Rokan Hilir saat ini terdapat sekitar 34 brigade pangan yang telah menerima bantuan alat pertanian,” jelasnya.
Adapun rincian alsintan bantuan yang diterima meliputi:
1. Traktor Roda 2 sebanyak 96 Unit
2. Traktor Roda 4 sebanyak 24 Unit
3. Pompa Air sebanyak 96 Unit
4. Rice Transplanter 48 Unit
5. Combine Harvester 5 Unit
6. Power Thresher 12 Unit
7. Hand Sprayer 12 Unit
8. Drone 24 Unit Menyusul
Menurut Cicik, total nilai bantuan yang diterima mencapai sekitar Rp3 miliar dan seluruhnya diperuntukkan bagi penguatan brigade pangan di daerah tersebut.
Ia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para petani.yang telah tersebar dibrigde pangan
“Kami mengimbau agar alat-alat ini digunakan dan dirawat dengan baik melalui pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Brigade pangan harus mampu mandiri dan meningkatkan hasil produksi pertanian,” tutupnya. (R62)







