21 Pejabat Rohil Bergeser, Kini Saatnya Uji Kinerja Bukan Sekadar Tukar Kursi

Dokumentasi photo saat Rotasi 21 Pejabat Rohil di kantor bupati Rohil Lantai 8

BAGANSIAPIAPI (Riau62.com) — Rotasi birokrasi kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Sebanyak 21 pejabat dilantik Bupati H. Bistamam, Jumat (25/9/2026), terdiri dari 12 pejabat pimpinan tinggi pratama, tiga administrator dan enam pejabat pengawas.

Sejumlah kepala dinas bergeser. Mursal dari Diskominfotiks menjadi Staf Ahli, Muhammad Amin bergeser ke posisi staf ahli, sementara sejumlah OPD strategis seperti BPKAD, Dinas Perikanan, Disperindagsar, Disparbudpora, Kesbangpol, DKPP, DPMPTSP dan Dinas Pertanian mendapat pejabat baru (Minggu 27/09/2026)

Pada saat yang sama, tiga OPD juga masih dipimpin Pelaksana Tugas, yakni Diskominfotiks, Dinas Kesehatan dan Disdikbud.

Bupati menyebut rotasi dan mutasi sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan peningkatan kinerja. Para pejabat baru diminta segera beradaptasi, bekerja dengan integritas serta meningkatkan pelayanan publik.

Namun, setelah seremoni selesai, pertanyaan publik justru baru dimulai.

Apa perubahan yang akan terlihat setelah rotasi ini?

Jabatan baru seharusnya tidak berhenti pada pergantian nama di papan kantor. Kinerja pejabat lama dan pejabat baru perlu dapat dibandingkan melalui indikator yang terukur: realisasi anggaran, capaian program, kualitas pelayanan, penyelesaian persoalan masyarakat, serapan APBD, serta target kerja masing-masing OPD.

Apalagi beberapa OPD yang mengalami pergantian memegang urusan strategis dan anggaran besar. Publik berhak mengetahui apakah rotasi tersebut benar-benar menghasilkan percepatan kerja atau hanya memindahkan pejabat dari satu kursi ke kursi lainnya.

Begitu pula tiga OPD yang kini masih dipimpin Plt. Publik patut mengetahui mengapa posisi tersebut belum diisi pejabat definitif, berapa lama status Plt akan berlangsung, dan apa target yang harus dicapai selama masa penugasan.

BKPSDM menyebut para pejabat yang dilantik telah melalui tahapan manajemen talenta, pemeriksaan kesehatan dan proses administrasi lainnya.

Karena itu, ukuran keberhasilan rotasi tidak cukup hanya pada proses pengisian jabatan. Ukuran sebenarnya adalah hasil kerja setelah mereka diberi amanah.

Riau62.com akan menelusuri kinerja pejabat sebelum dan sesudah rotasi, termasuk posisi yang masih kosong atau dijabat Plt, latar belakang penempatan, serta target yang dibebankan kepada pejabat baru.

Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan birokrasi yang berganti wajah. Masyarakat membutuhkan pelayanan yang benar-benar berubah.(syafri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *