Mendesak! Warga Minta Kanal Pelabuhan Baru–Jalan KPL Masuk Prioritas APBD Rohil

Opini publik 

BAGANSIAPIAPI (Riau62.com) – Rencana Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) melakukan normalisasi besar-besaran di Sungai Pabrik dan Sungai Garam mendapat dukungan dari masyarakat. Namun, penanganan banjir di Kota Bagansiapiapi dan sekitarnya dinilai perlu dilakukan secara menyeluruh, termasuk dengan membenahi saluran drainase sekunder di kawasan permukiman padat penduduk (jumat 30/10/2026)

Salah satu titik yang dinilai mendesak untuk ditangani adalah saluran pembuangan air yang menghubungkan Jalan Pelabuhan Baru menuju Jalan KPL, Kecamatan Bangko. Jika saluran ini tidak masuk dalam perencanaan pembangunan, efektivitas normalisasi sungai induk dikhawatirkan belum mampu mengatasi persoalan banjir yang selama ini dirasakan warga di sepanjang kawasan tersebut.

Saluran Tersumbat, Genangan Capai 60 Sentimeter

Berdasarkan dokumentasi visual yang dihimpun dari warga di lapangan, kondisi ujung saluran pembuangan air dari Jalan Pelabuhan Baru menuju Jalan KPL saat ini mengalami penyumbatan serius.

Sedimentasi yang menahun menyebabkan parit beton di dekat jembatan KPL, kawasan Perumahan Resetlemen Nelayan yang merupakan proyek Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Tahun Anggaran 2020, tertimbun tanah. Kondisi tersebut diperparah dengan tumbuhnya rumput liar dan semak belukar yang lebat hingga jalur aliran air menuju muara tidak lagi terlihat dengan jelas.

Akibatnya, ketika hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut, air meluap dan merendam permukiman warga. Ketinggian genangan dilaporkan berkisar 30 hingga 60 sentimeter dan dapat bertahan cukup lama.

Selain mengganggu aktivitas sehari-hari dan perekonomian masyarakat, genangan yang tidak kunjung surut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko penyakit berbasis lingkungan, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi kulit. Warga turut mengkhawatirkan potensi munculnya hewan melata di sekitar pekarangan rumah akibat kondisi saluran yang dipenuhi semak belukar.

Warga Desak Pembangunan Kanal Permanen

Melihat kondisi tersebut, warga setempat mendesak Pemkab Rohil bersama DPRD Rohil agar memasukkan pembangunan kanal permanen yang menghubungkan Jalan Pelabuhan Baru dengan Jalan KPL ke dalam skala prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Menurut aspirasi warga, normalisasi secara manual tidak lagi memadai untuk mengatasi persoalan pendangkalan yang terus terjadi. Diperlukan pembangunan kanal dengan konstruksi permanen yang memadai, disertai pemeliharaan berkala menggunakan alat berat agar fungsi saluran pembuangan air dapat berjalan optimal.

Selain pembangunan kanal, warga juga berharap pemerintah mengalokasikan anggaran untuk membangun dan meningkatkan kualitas jalan di sisi kanal tersebut.

Kedua pembangunan ini dinilai memiliki manfaat ganda. Kanal berfungsi mendukung pengendalian banjir, sedangkan jalan di sisi kanal dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang aktivitas perekonomian kawasan.

Infrastruktur Pendukung PSN Kampung Nelayan Merah Putih

Urgensi pembangunan kanal dan jalan tersebut semakin penting karena wilayah Bagan Hulu telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) oleh pemerintah pusat.

Program lintas kementerian ini bertujuan menata kawasan pesisir secara terpadu serta meningkatkan taraf hidup dan perekonomian nelayan setempat, termasuk di Kabupaten Rokan Hilir.

Keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur daerah yang memadai, terutama akses jalan dan sistem drainase yang mampu meminimalkan risiko banjir tahunan.

Dalam konteks ini, pembangunan kanal yang terintegrasi dengan akses jalan di sampingnya dinilai dapat menjadi bagian penting dari konektivitas menuju kawasan Kampung Nelayan Merah Putih Bagan Hulu.

Akses tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung distribusi hasil perikanan, serta menunjang aktivitas ekonomi dari dan menuju kawasan pesisir.

Warga berharap Pemkab Rohil dapat melihat keterkaitan antara penanganan banjir, pembangunan infrastruktur, dan keberhasilan PSN Kampung Nelayan Merah Putih.

Mereka meminta agar pembangunan kanal permanen Jalan Pelabuhan Baru–Jalan KPL beserta peningkatan akses jalannya segera dipertimbangkan dalam prioritas anggaran daerah.

Harapan masyarakat sederhana: persoalan banjir yang selama ini mengganggu kehidupan warga dapat ditangani secara menyeluruh, sementara pembangunan infrastruktur yang dilakukan juga mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan mendukung program pembangunan Bupati Rokan Hilir di Negeri Seribu Kubah.

(syafri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *