BAGANSIAPIAPI (Riau62.com) – Pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), resmi dimulai. Proyek strategis nasional dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI ini didanai APBN Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp3.671.366.000 (Rabu 14/10/2026)
Pembangunan difokuskan di kawasan sisi laut yang berbatasan langsung dengan aliran sungai dari arah pabrik menuju muara Sungai Rokan. Kehadiran proyek ini disambut positif masyarakat setempat, khususnya para nelayan yang berharap KNMP mampu menjadi pusat aktivitas perikanan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pesisir.
Dukungan masyarakat terlihat dari kegiatan gotong royong merelokasi sejumlah rumah yang terdampak pembangunan ke lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) di sisi darat. Dalam proses tersebut, warga memanfaatkan kembali material bangunan lama.
Meski mendukung penuh pembangunan KNMP, masyarakat berharap pengerjaan proyek tetap mengacu pada spesifikasi teknis atau bestek. Selain itu, mereka meminta adanya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar pembangunan kawasan tersebut didukung infrastruktur yang memadai.
Kondisi di lapangan menunjukkan pagar pembatas proyek telah terpasang di tepi kanal. Namun, akses jalan penghubung menuju kawasan tersebut masih berupa jalan tanah dan kerikil.
Taufik (42), tokoh pemuda sekaligus perwakilan nelayan Bagan Hulu, menyampaikan harapan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar dua usulan pembangunan infrastruktur dapat menjadi perhatian.
Pertama, peningkatan jalan Kampung Baru menuju jalan lingkar pesisir Sungai Rokan.
Warga mengusulkan peningkatan jalan tanah sepanjang sekitar 600 meter di tepi kanal melalui semenisasi beton bertulang atau pengaspalan.
Menurutnya, puluhan rumah nelayan yang berada di sepanjang jalur tersebut selama ini menghadapi kesulitan akibat kondisi jalan yang belum memadai. Terlebih saat musim hujan, jalan menjadi becek dan licin sehingga menghambat mobilitas warga .
Kondisi itu juga berdampak pada anak-anak sekolah yang harus melintasi jalan berlumpur ketika hujan lebat. Padahal, akses tersebut memiliki peran penting dalam mendukung distribusi balok es serta pengangkutan hasil tangkapan nelayan menuju Pelabuhan Hulu.
Kedua, normalisasi kanal dan pembangunan jalan alternatif penghubung Jalan Pelabuhan Baru–Jalan Kampung Baru.
Masyarakat berharap fungsi kanal dibenahi dan tebingnya diperkuat untuk mengantisipasi banjir serta luapan air akibat pasang surut laut yang kerap menjadi persoalan di kawasan Bagansiapiapi.
Selain normalisasi kanal, warga juga mengusulkan pembangunan jalan alternatif selebar lima meter di sepanjang kanal, dengan pengerasan minimal menggunakan material Base A. Jalan tersebut diharapkan dapat mengurai kepadatan transportasi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan KNMP.
“Kami sangat bersyukur atas kucuran dana APBN ini. Namun, besar harapan kami agar Pemkab dan DPRD Rohil dapat menyambutnya dengan sinergi APBD. Kami mendambakan pusat perikanan yang megah ini terintegrasi dengan akses jalan yang layak dan lingkungan yang bebas dari banjir pasang keling,” ujar Taufik.
Menurutnya, pembangunan KNMP akan memberikan manfaat lebih besar apabila didukung akses jalan yang memadai, sistem drainase yang optimal, serta infrastruktur penunjang lainnya.
Dengan dukungan tersebut, kawasan pesisir Bagan Hulu diharapkan dapat berkembang menjadi simpul ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional dan pelaku usaha mikro di sekitarnya.
Masyarakat pun berharap usulan peningkatan jalan, normalisasi kanal, dan pembangunan jalan alternatif dapat menjadi bahan pertimbangan Pemkab Rohil dan DPRD dalam perencanaan serta penganggaran pembangunan daerah.
(Syafri)







