LOMBOK BARAT, (Riau62.com) – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kepala daerah dan aparat keamanan memperketat pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Instruksi tersebut disampaikan menyusul adanya indikasi penyimpangan dalam pengelolaan program yang bertujuan memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia.
Dalam arahannya di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, Presiden meminta gubernur, bupati, camat, kepala desa, hingga seluruh pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap seluruh dapur penyedia MBG.
“Kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang menyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ. Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh periksa semua dapur MBG, saudara periksa,” kata Prabowo.
Instruksi serupa juga ditujukan kepada jajaran TNI dan Polri, mulai dari Komandan Distrik Militer (Dandim), Kepala Kepolisian Resor (Kapolres), hingga Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), agar ikut mengawasi pelaksanaan program di lapangan.
Presiden menegaskan, setiap dugaan penyimpangan harus segera dilaporkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), atau bahkan langsung kepada dirinya.
“Laporkan ke Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya. Gampang, ngomong ke TikTok langsung, saya kirim tim untuk selesaikan. Benar? Tidak usah susah-susah,” ujarnya.
Menurut Prabowo, pengawasan dilakukan agar Program MBG tetap berjalan sesuai tujuan dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi, termasuk melalui praktik pungutan atau penyalahgunaan anggaran.
Ia juga menilai masyarakat kini memiliki peran penting dalam mengawasi jalannya program pemerintah melalui media sosial dan perangkat digital.
“Rakyat sekarang tidak bodoh, rakyat punya gadget. Tapi memang, orang kalau mau mencuri selalu ada saja caranya. Saya juga heran,” katanya.
Selain menekankan pengawasan, Presiden mengingatkan penyedia makanan agar tidak mengurangi porsi yang telah ditetapkan, terutama dalam penyajian lauk bagi para penerima manfaat.
“Kalau kita, satu ayam potong delapan atau sepuluh. Paling kecil dua belas, jangan pula dipotong delapan belas atau dua puluh dua. Disangka kita tidak mengerti,” ucapnya.
Prabowo juga meminta penyedia menu lebih mengutamakan telur rebus atau telur ceplok dibandingkan telur dadar maupun telur orak-arik agar kandungan protein yang diterima anak-anak tetap sesuai dengan standar gizi.
Ia menegaskan, kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan sangat menentukan keberhasilan pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif.
“Sel otak harus berkembang dengan baik, sel tulang harus baik, sel otot harus baik, sehingga anak berkembang sehat. Mereka bisa menjadi petani yang sehat, pekerja yang baik, ilmuwan, atau dokter. Kalau sejak kecil makanannya tidak bagus, mereka tidak akan berkembang maksimal,” tutur Prabowo.
Editor : Redaksi62







