Riau Zero Karhutla, Satgas Tetap Siaga Cegah Api Kembali Muncul

PEKANBARU (Riau62.com)— Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif. Hingga Minggu (27/9/2026), tidak terdapat karhutla aktif yang sedang ditangani tim gabungan di wilayah Riau.

Meski kondisi dinyatakan zero karhutla, kewaspadaan belum diturunkan. Personel gabungan tetap disiagakan untuk melakukan pemantauan, patroli, serta memastikan titik-titik yang sebelumnya terbakar benar-benar aman dari potensi munculnya kembali api.

Kepala Pelaksana BPBD Riau, Edy Afrizal, mengatakan kondisi karhutla saat ini relatif terkendali. Namun, situasi tersebut tidak menjadi alasan bagi petugas untuk mengendurkan kesiapsiagaan.

“Alhamdulillah, hari ini kondisi Riau zero karhutla. Tidak ada kebakaran aktif yang sedang kita tangani. Namun seluruh personel tetap siaga dan pemantauan terus dilakukan karena kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu,” kata Edy.

Menurut Edy, kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanganan karhutla. Upaya pemadaman, pendinginan, pemantauan hingga patroli dilakukan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

Langkah tersebut dinilai penting karena kawasan gambut memiliki karakteristik khusus. Api yang terlihat padam di permukaan masih berpotensi menyisakan bara di bawah permukaan apabila proses pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.

“Personel gabungan tetap siaga penuh melakukan pemantauan untuk mencegah karhutla susulan di wilayah yang sebelumnya terdampak,” ujar Edy.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi menegaskan kondisi zero karhutla tidak berarti langkah pencegahan dihentikan. Jajaran kepolisian bersama unsur terkait tetap melakukan patroli dan pengawasan, terutama di wilayah rawan karhutla dan kawasan gambut.

“Zero karhutla hari ini harus kita pertahankan. Personel tetap bergerak melakukan patroli dan pencegahan. Jangan sampai ketika situasi sudah terkendali, kewaspadaan justru menurun dan api kembali muncul,” kata Akmadi.

Selain patroli, upaya pencegahan juga dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi berkembang menjadi karhutla.

Akmadi menekankan, mempertahankan kondisi zero karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha hingga masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah kebakaran kembali terjadi.

“Kolaborasi pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat tetap menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali terjadi,” demikian Akmadi (syafri)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *