Distankan Pekanbaru dan Lapas Kelas IIA Teken MoU, Perkuat Pembinaan Warga Binaan melalui Budidaya Ayam Petelur

PEKANBARU (Riau62.com) – Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru menjalin kerja sama dengan Lapas Kelas IIA Pekanbaru melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, Rabu (8/7/2026).

Penandatanganan MoU yang berlangsung di Kantor Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru tersebut menjadi langkah strategis dalam mengembangkan program budidaya ayam petelur di lingkungan Lapas Kelas IIA Pekanbaru. Program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang peternakan sebagai modal ketika kembali ke tengah masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, Distankan Kota Pekanbaru akan memberikan pelatihan teknis, pendampingan, serta pembinaan secara berkelanjutan guna memastikan program berjalan optimal. Selain meningkatkan kemampuan teknis, kegiatan ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan semangat kewirausahaan kepada warga binaan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru menyampaikan bahwa sinergi antarlembaga merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang mandiri, produktif, dan berdaya saing.

Menurutnya, sektor peternakan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sarana pembinaan keterampilan yang produktif sekaligus membuka peluang usaha bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidananya.

Sementara itu, pihak Lapas Kelas IIA Pekanbaru menyambut baik kerja sama tersebut. Program pembinaan berbasis keterampilan dinilai menjadi salah satu upaya penting dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal kompetensi, mampu beradaptasi dengan kehidupan bermasyarakat, serta memiliki peluang untuk mandiri secara ekonomi setelah bebas.

Melalui kolaborasi ini, Distankan Kota Pekanbaru dan Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap program budidaya ayam petelur dapat berjalan secara berkesinambungan, memberikan manfaat nyata bagi warga binaan, serta menjadi contoh sinergi positif antara pemerintah daerah dan lembaga pemasyarakatan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Kota Pekanbaru.(SHADIQ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *