BAGANSIAPIAPI (Riau62.com) – Rencana pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Bagan Hulu, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, yang mendapat dukungan anggaran dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, memasuki tahapan pelaksanaan fisik (Jumat 25/09/2026)
Berdasarkan data yang tercantum dalam SiRUP KKP, kegiatan tersebut memiliki pagu anggaran sebesar Rp3.671.366.000 dari APBN Tahun Anggaran 2026. Pelaksanaan proyek ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Mulai Kerja (SPMK).
Kehadiran proyek tersebut disambut masyarakat setempat. Namun, di tengah rencana pembangunan berbagai fasilitas penunjang aktivitas perikanan, warga berharap pemerintah daerah turut memperhatikan infrastruktur jalan yang menjadi akses penghubung kawasan tersebut.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah jalan tanah sepanjang sekitar 600 meter di tepi kanal yang menghubungkan kawasan Jalan Kampung Baru/Pelabuhan Hulu dengan akses Jalan KPL (Kampung Pinggir Laut).
Jalur tersebut selama ini belum memiliki konstruksi jalan yang memadai. Selain digunakan masyarakat untuk beraktivitas, kawasan itu juga menjadi jalur yang dilalui alat berat pemerintah ketika dilakukan pengerukan atau penanganan sedimentasi kanal.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dapat mempertimbangkan peningkatan kualitas jalan tersebut, baik melalui semenisasi beton bertulang maupun pengaspalan, sesuai hasil kajian teknis dan kemampuan anggaran daerah.
Taufik (42), tokoh pemuda sekaligus perwakilan kelompok nelayan di Kelurahan Bagan Hulu, mengatakan keberadaan jalan tersebut memiliki arti penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama apabila KNMP nantinya mulai beroperasi.
Menurutnya, akses jalan yang layak diperlukan untuk mendukung mobilitas nelayan dan distribusi hasil tangkapan, termasuk pengangkutan es dan ikan dari kawasan produksi menuju Pelabuhan Hulu.
“Jalan di tepi kanal ini jangan hanya digunakan ketika alat berat pemerintah melakukan pengerukan. Kalau KNMP sudah berjalan, akses ini bisa menjadi jalur penting bagi kendaraan pengangkut es dan hasil tangkapan nelayan,” ujar Taufik, Jumat (25/9/2026).
Ia menilai peningkatan jalan sekitar 600 meter tersebut juga berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap perkembangan kawasan di sekitar kanal.
Jika akses transportasi semakin baik, kata dia, kawasan yang selama ini belum berkembang secara optimal berpeluang menjadi ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha mikro, jasa perbengkelan perahu, pergudangan maupun kegiatan pendukung sektor perikanan.
“Harapannya bukan hanya jalan yang dibangun, tetapi kawasan ini juga ditata sehingga masyarakat sekitar bisa ikut mendapatkan manfaat ekonomi dari keberadaan KNMP,” katanya.
Harus Terintegrasi dengan Penanganan Banjir
Selain persoalan akses jalan, masyarakat juga berharap pembangunan infrastruktur di kawasan Bagan Hulu memperhatikan fungsi kanal sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir di Bagansiapiapi.
Karena itu, peningkatan jalan di sepanjang kanal dinilai perlu diselaraskan dengan program normalisasi dan pemeliharaan kanal. Kajian teknis juga diperlukan untuk menentukan apakah diperlukan penguatan tebing atau struktur pengaman kanal guna mengantisipasi erosi dan abrasi.
Dengan demikian, pembangunan jalan tidak hanya berorientasi pada kelancaran transportasi, tetapi juga tetap memperhatikan fungsi drainase dan keselamatan lingkungan sekitar.
Sinergi APBN dan APBD
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama DPRD Rokan Hilir dapat memasukkan kebutuhan peningkatan akses tersebut ke dalam pembahasan perencanaan dan penganggaran, sepanjang memenuhi kajian teknis serta prioritas pembangunan daerah.
Kehadiran KNMP dengan dukungan APBN sebesar Rp3,67 miliar dinilai menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas kawasan pesisir Bagan Hulu.
Sinergi antara pembangunan pemerintah pusat melalui KKP dan pembangunan infrastruktur pendukung oleh Pemkab Rokan Hilir diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Dengan akses jalan yang memadai, penataan kanal yang baik, serta fasilitas perikanan yang berfungsi optimal, kawasan Bagan Hulu diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu simpul aktivitas ekonomi masyarakat pesisir Rokan Hilir (syafri)







