Lewat Riau Bhayangkara Run 2026, Kapolda Riau Gaungkan Pelestarian Alam dan Satwa Endemik

Dokumentasi photo pelaksanaan Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80

Pekanbaru (Riau62.com) –  pelaksanaan Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau terus menggaungkan semangat pelestarian lingkungan melalui agenda Road to Riau Bhayangkara Run 2026. Ajang lari terbesar di Pulau Sumatera tersebut tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga membawa misi besar untuk mengajak masyarakat berkolaborasi melawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menjaga kelestarian ekosistem di Provinsi Riau.

Kapolda Riau, Herry Heryawan, menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil peserta dalam kegiatan ini merupakan simbol komitmen bersama untuk melindungi lingkungan dan satwa endemik yang menjadi kebanggaan Riau.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tahun 2026 menjadi periode yang cukup menantang bagi sektor lingkungan hidup. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Riau saat ini memasuki siklus cuaca ekstrem 30 tahunan yang pernah terjadi pada tahun 1997 dan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Melalui Riau Bhayangkara Run, kita ingin menggaungkan pesan bahwa menjaga alam dan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kita satukan langkah dan rapatkan barisan untuk membangun kesadaran kolektif dalam melindungi alam, menjaga ekosistem, serta melestarikan satwa liar seperti gajah dan harimau Sumatera,” ujar Kapolda Riau saat kegiatan berlangsung di Pekanbaru, Minggu (21/6/2026).

Kapolda menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam pelaksanaan Road to Riau Bhayangkara Run 2026. Pertama, mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, dan instansi pemerintah untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla sejak dini.

Kedua, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi satwa dan perlindungan habitat alami. Kampanye ini diharapkan mampu mendorong kepedulian bersama terhadap kelestarian gajah, harimau Sumatera, dan berbagai fauna lainnya yang hidup di kawasan hutan Riau.

Sementara fokus ketiga adalah membangun semangat inklusivitas melalui keterlibatan penyandang disabilitas dalam ajang olahraga tersebut. Antusiasme peserta difabel yang ikut mendaftar mendapat apresiasi khusus dari Kapolda Riau.

Menanggapi aspirasi terkait pembentukan kategori khusus bagi pelari difabel, Kapolda menyampaikan bahwa hal tersebut belum dapat direalisasikan pada RBR 2026 karena masih memerlukan persiapan sarana, jalur, dan standar keamanan yang memadai.

“Bagi rekan-rekan difabel yang telah mendaftar, silakan bergabung dan berlari bersama di rute umum. Panitia dan peserta lainnya akan turut memberikan perhatian dan pengawasan demi keamanan serta kenyamanan mereka. Insya Allah, untuk tahun depan kita akan menyiapkan jalur dan fasilitas khusus yang lebih matang,” jelasnya.

Di penghujung kegiatan, Kapolda Riau menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, jajaran Polda Riau, serta masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya rangkaian Road to Riau Bhayangkara Run 2026. Ia berharap semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan ini dapat menjadi kekuatan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya bencana kabut asap di Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakapolda Riau Hengki Haryadi, para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau, serta Anggota Komisi I DPR RI Fraksi NasDem Cindy Monica Salsabila Setiawan.

Riau Bhayangkara Run 2026 diharapkan menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan, kelestarian lingkungan, serta masa depan Bumi Lancang Kuning.

“Melindungi Tuah, Menjaga Marwah”,

 

Editor : Riau62  

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *