ROKAN HILIR (Riau62.com) – Komitmen Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diwujudkan melalui aksi nyata. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rohil di bawah kepemimpinan Suwandi, S.Sos., konsisten mengimplementasikan Gerakan Kamis Bersih dengan mengerahkan ratusan petugas untuk membersihkan drainase sekaligus menata ruang terbuka di sepanjang Jalan Pahlawan, Bagansiapiapi.
Kegiatan tersebut berlangsung Kamis (20/8/2026), sebagai bagian dari agenda pembersihan yang dilaksanakan selama tiga hari, 19 hingga 21 Agustus 2026. Fokus utama kegiatan adalah membersihkan dan mengeruk drainase di sepanjang Jalan Pahlawan, mulai dari simpang Jalan Satria Tangko hingga Jembatan Sungai Pabrik.
Tak sekadar memberikan instruksi, Suwandi turun langsung ke lapangan bersama petugas kebersihan, petugas parit, serta Satgas Banjir. Ia ikut berjibaku mengangkat sampah dan lumpur yang menumpuk di dalam drainase.
“Hari ini kami melanjutkan pembersihan yang sebelumnya kami laksanakan kemarin. Kegiatan ini sudah kami agendakan selama tiga hari, mulai tanggal 19 sampai 21 Agustus. Fokus kami membersihkan drainase di sepanjang Jalan Pahlawan, mulai dari simpang Jalan Satria Tangko sampai ke Jembatan Sungai Pabrik,” jelas Suwandi.
Selain membersihkan drainase, DLH Rohil juga melakukan penataan kawasan dengan menanam berbagai jenis bunga di sejumlah titik sepanjang Jalan Pahlawan. Penataan tersebut menyasar lahan milik pemerintah daerah yang selama ini belum dikelola secara optimal, termasuk kawasan di depan Dinas Pemadam Kebakaran.
Menurut Suwandi, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, rapi dan indah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria di Kabupaten Rokan Hilir.
“Kami melakukan penataan taman dengan menanam bunga di sepanjang Jalan Pahlawan, terutama tanah-tanah Pemda yang selama ini belum terkelola, termasuk di depan Dinas Pemadam Kebakaran. Ini dalam rangka melanjutkan program Kamis Bersih melalui kegiatan gotong royong sekaligus mendukung upaya penanggulangan KLB malaria di Kabupaten Rokan Hilir,” katanya.
Untuk memastikan gerakan tersebut berjalan maksimal, DLH Rohil mengerahkan sekitar 400 personel pada hari kedua pelaksanaan. Mereka terdiri dari petugas parit, Satgas Banjir, serta petugas kebersihan dan taman yang bertugas melakukan pembersihan sekaligus penanaman bunga.
“Kami mengerahkan sekitar 400 orang pada hari kedua ini. Mereka terdiri dari petugas parit, Satgas Banjir, serta ibu-ibu petugas kebersihan dan taman yang bertugas menanam bunga di areal tanah yang masih kosong. Harapannya, taman-taman di sepanjang Jalan Pahlawan bisa terlihat lebih rapi dan indah,” ungkapnya.
Suwandi juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir untuk bersama-sama menyukseskan Gerakan Kamis Bersih sebagaimana tertuang dalam surat edaran Bupati Rohil tentang pelaksanaan gotong royong setiap hari Kamis.
Menurutnya, persoalan kebersihan dan kesehatan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab DLH, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat.
“Kami berharap seluruh OPD yang ada di Kabupaten Rokan Hilir dapat bekerja sama, terutama dalam menindaklanjuti surat edaran Bupati tentang gotong royong setiap hari Kamis. Ini juga bagian dari upaya bersama mengantisipasi dan menanggulangi KLB malaria di Kabupaten Rokan Hilir,” harapnya.
Di sisi lain, Suwandi mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke badan jalan maupun ke dalam parit. Sampah yang menumpuk di drainase dinilai dapat menghambat aliran air dan berpotensi memicu genangan.
“Mari kita jaga lingkungan agar tetap sehat dan bersih sehingga kita bisa terhindar dari berbagai macam penyakit, terutama DBD dan malaria. Jangan membuang sampah sembarangan, baik di jalan maupun di parit, karena dapat menghambat saluran air,” ajaknya.
Gerakan Kamis Bersih di Jalan Pahlawan ini sekaligus menunjukkan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak cukup hanya dengan program di atas kertas. Konsistensi, keterlibatan langsung aparatur, serta partisipasi masyarakat menjadi kunci agar lingkungan Bagansiapiapi semakin bersih, sehat, nyaman dan tertata. (Sy)






