PEKANBARU (RIAU62.COM) — Keterbatasan akses menuju lahan pertanian mendorong Kelompok Tani (Poktan) Tenayan Raya Bersatu bergotong royong membangun jembatan darurat berbahan kayu di kawasan lahan bekas Hak Guna Usaha (Ex-HGU) PT Bintan, RT 03/RW 01, Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Sabtu (5/9/2026).
Jembatan tersebut dibangun secara swadaya untuk memudahkan mobilitas petani menuju areal perkebunan. Selama ini, kondisi akses jalan dan penyeberangan menjadi salah satu kendala dalam membawa peralatan pertanian maupun mengangkut hasil panen.
Ketua Poktan Tenayan Raya Bersatu, RSE Saputra, mengatakan pembangunan jembatan dilakukan atas dasar kebutuhan bersama para petani yang beraktivitas di kawasan tersebut.
«“Gotong royong ini merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan para petani. Jembatan ini sangat vital bagi kami agar akses keluar-masuk kendaraan pengangkut hasil pertanian bisa lebih lancar dan aman,” ujar RSE Saputra di lokasi kegiatan.»
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah anggota kelompok tani tampak bahu-membahu menyusun gelondongan kayu dan batang bambu sebagai material jembatan yang membentang di atas parit menuju akses jalan pertanian.
Kawasan lahan Ex-HGU PT Bintan di wilayah Melebung diketahui dimanfaatkan masyarakat tani setempat untuk kegiatan perkebunan. Dengan adanya jembatan darurat tersebut, para petani berharap aktivitas pertanian dan distribusi hasil panen dapat berjalan lebih mudah.
RSE Saputra bersama para petani juga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur pertanian di kawasan tersebut, khususnya akses jalan dan pembangunan jembatan yang lebih layak dan permanen.
Menurutnya, dukungan infrastruktur yang memadai tidak hanya akan mempermudah aktivitas petani, tetapi juga berpotensi mendorong peningkatan produktivitas dan perekonomian masyarakat di kawasan Tenayan Raya.
(SHADIQ)






