ROKAN HILIR (Riau62.com)— Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir menunjukkan hasil positif. Polres Rokan Hilir menyebut seluruh wilayah hukumnya saat ini tercatat nol titik api, seiring intensifnya patroli terpadu dan sosialisasi program Green Policing.
Program tersebut dijalankan bersama sejumlah unsur, di antaranya Bhabinkamtibmas, Babinsa, Manggala Agni serta Masyarakat Peduli Api (MPA), terutama di kawasan yang memiliki potensi rawan Karhutla.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan langkah pencegahan dilakukan sebelum munculnya titik api.
«“Prinsip kami adalah cegah sebelum terjadi. Bhabinkamtibmas bersama Babinsa, Manggala Agni, dan kelompok Masyarakat Peduli Api setiap hari berpatroli di kawasan lahan gambut serta memberikan pemahaman kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Aldi.»
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan potensi Karhutla. Masyarakat juga terus diingatkan mengenai dampak pembakaran lahan terhadap lingkungan serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan.
“Kesadaran inilah yang menjadi benteng terkuat kami menjaga Rokan Hilir tetap hijau,” katanya.
Di tengah kondisi cuaca yang memasuki masa peralihan, Polres Rohil juga mengingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai gangguan kesehatan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kapolres mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok rentan, menjaga kondisi tubuh serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Meski kualitas udara membaik, kami tetap mengimbau seluruh masyarakat, khususnya anak-anak, lansia dan kelompok rentan, agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, menjaga kebersihan lingkungan, memperbanyak konsumsi air putih dan beristirahat yang cukup,” ujarnya.
Selain Karhutla dan kesehatan masyarakat, Polres Rohil turut melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah wilayah.
Pengecekan dilakukan terhadap sejumlah SPBU dan titik penyaluran BBM untuk memastikan pasokan tetap tersedia serta distribusi berjalan lancar.
“Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan stok BBM subsidi maupun nonsubsidi dalam kondisi cukup. Tidak ditemukan antrean panjang. Distribusi untuk nelayan, petani serta transportasi antarwilayah berjalan normal dan tepat sasaran,” kata Aldi.
Polres Rokan Hilir menegaskan upaya pencegahan Karhutla, perlindungan kesehatan masyarakat dan pengawasan distribusi BBM akan terus dilakukan secara terpadu guna menjaga kondisi wilayah tetap aman dan kondusif.(syafri)







