ROKAN HILIR (Riau62.com) – Komitmen bersama dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Rokan Hilir kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Apel Siaga Pengendalian Karhutla yang dipimpin langsung Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H., bersama PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.
Kegiatan yang berlangsung di Pondok III Divisi IV Perkebunan Rumbia II PT Salim Ivomas Pratama, Kepenghuluan Balam Sempurna, Kecamatan Balai Jaya, Selasa (23/6/2026), menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko Karhutla.
Apel siaga tersebut dihadiri unsur TNI-Polri, BPBD Kabupaten Rokan Hilir, pemerintah kecamatan, para penghulu, manajemen perusahaan, tenaga kesehatan, serta elemen masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menjaga wilayah Rokan Hilir dari ancaman bencana Karhutla.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyambutan tamu melalui atraksi pencak silat, pengalungan bunga, serta Tari Tepak Sirih sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian budaya Melayu. Selanjutnya, apel siaga dipimpin langsung oleh Kapolres Rokan Hilir yang turut dihadiri Kepala BPBD Rohil Syafrinurizal, S.E., Camat Balai Jaya Ifradi Rusdiansyah, S.STP., M.Si., jajaran Polres dan Polsek, perwakilan TNI, serta manajemen PT Salim Ivomas Pratama Tbk.
Dalam amanatnya, AKBP Isa Imam Syahroni menegaskan bahwa Kabupaten Rokan Hilir merupakan salah satu wilayah di Provinsi Riau yang memiliki kawasan gambut cukup luas dan rawan mengalami kebakaran saat musim kemarau.
Menurutnya, Karhutla bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga menimbulkan gangguan serius terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi, pendidikan, hingga berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta memperkuat sinergi seluruh stakeholder dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir,” tegas Kapolres.
Kapolres menekankan bahwa langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama. Seluruh pihak diminta mengoptimalkan patroli di wilayah rawan Karhutla, meningkatkan deteksi dini terhadap titik panas (hotspot), serta memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Ia juga mengingatkan perusahaan perkebunan untuk meningkatkan pengawasan di wilayah konsesi masing-masing, memastikan kesiapan sarana pemadaman, serta menjalankan seluruh prosedur pencegahan Karhutla sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan nyata, kegiatan turut diisi dengan simulasi penanggulangan Karhutla yang diperagakan oleh tim gabungan dari berbagai unsur. Simulasi tersebut menunjukkan kemampuan personel dalam melakukan respons cepat terhadap potensi kebakaran baik di kawasan perkebunan maupun lahan masyarakat.
Usai pelaksanaan simulasi, Kapolres bersama Kepala BPBD Rohil, unsur Forkopimcam Balai Jaya, pihak perusahaan, dan para penghulu melakukan penanaman 18 bibit pohon jelutung sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya penghijauan kawasan.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama pencegahan Karhutla antara PT Salim Ivomas Pratama Tbk dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir. Selain itu, diserahkan bantuan mesin pompa air kepada sejumlah kepenghuluan sebagai dukungan terhadap upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di tingkat masyarakat.
Melalui kegiatan ini, seluruh stakeholder menegaskan tekad untuk terus memperkuat kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi dalam menghadapi ancaman Karhutla. Kapolres Rokan Hilir juga mengingatkan bahwa setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang terbukti melanggar hukum akan diproses dan ditindak tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan kesiapan personel, dukungan peralatan, serta sinergitas yang kuat antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat, Kabupaten Rokan Hilir diharapkan mampu terhindar dari bencana kebakaran hutan dan lahan sepanjang musim kemarau tahun 2026.
Editor : Redaksi62






