JAKARTA (Riau62.com) – Ekonom senior Anthony Budiawan menilai sejumlah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga kini belum memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurut Anthony, pemerintah seharusnya mampu memulihkan kondisi perekonomian Indonesia melalui kebijakan yang mendorong peningkatan aktivitas produksi dan investasi.
Dalam wawancara yang dikutip dari kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin (3/8/2026), Anthony menyebut Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari kebijakan fiskal. Namun, menurutnya, selama belanja fiskal secara keseluruhan tidak mengalami peningkatan, kontribusi program tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi juga akan terbatas.
“MBG itu secara keseluruhan tidak memberikan nilai. Ini kan bagian dari fiskal. Selama fiskal tidak naik maka tidak ada tambahan ekonomi yang bisa dinaikkan,” ujar Anthony.
Ia menambahkan, secara konsep MBG berpotensi menciptakan redistribusi konsumsi yang lebih merata di masyarakat. Namun, Anthony menilai implementasi program tersebut masih menghadapi berbagai persoalan, termasuk dalam pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga manfaat ekonominya dinilai belum optimal.
Selain MBG, Anthony juga menyoroti keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, koperasi akan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar apabila mampu mendorong kegiatan produksi masyarakat.
“Karena ini tidak berproduksi. Ekonomi ini kan harus ada produksi baru bisa meningkatkan ekonomi. Kalau tidak berproduksi apa yang harus ditingkatkan?” katanya.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan Anthony Budiawan sebagai narasumber. Hingga berita ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari pemerintah terkait penilaian tersebut.
Editor : Redaksi62






