PEKANBARU (Riau62.com) Sebanyak 100 personel Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI tiba di Provinsi Riau dan siap diterjunkan ke 12 kabupaten/kota untuk memperkuat upaya pencegahan serta penanganan Karhutla.
Kedatangan tim tersebut disambut dalam kegiatan penerimaan yang berlangsung di Ruang Rapat Nakula, Lanud Roesmin Nurjadin, Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru, Rabu (26/8/2026) pukul 15.00 WIB.
Kegiatan tersebut dihadiri Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., Kapolda Riau Irjen Pol. Dr. Hery Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Dr. Agus Tatius Sitepu, S.Sos., M.Han., Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Dr. Abdul Haris, M.Pol., M.M.O.A.S., Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung N. Kusumaji, serta sejumlah tamu dan undangan lainnya.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI terdiri dari 100 personel yang berasal dari berbagai matra TNI. Sebanyak 53 personel berasal dari TNI Angkatan Darat, 19 personel dari TNI Angkatan Laut, 17 personel dari TNI Angkatan Udara, serta personel dari unsur pendukung lainnya.
Sebelum diterjunkan ke wilayah, seluruh personel telah mendapatkan pembekalan dari Mabes TNI sebagai persiapan dalam melaksanakan tugas penyuluhan sekaligus mengumpulkan informasi mengenai berbagai persoalan Karhutla di lapangan.
Selanjutnya, ratusan personel tersebut akan didistribusikan ke 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Penempatan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah, jumlah kecamatan, tingkat kerawanan, serta kebutuhan penanganan Karhutla di masing-masing daerah.
Dalam menjalankan tugasnya, Tim Penyuluh Karhutla akan berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan, TNI-Polri, masyarakat, serta berbagai unsur terkait lainnya.
Kegiatan yang dilakukan tidak hanya sebatas memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pentingnya mencegah kebakaran hutan dan lahan. Tim juga akan melakukan penggalian informasi dan identifikasi terhadap kondisi faktual yang dihadapi di lapangan.
Sejumlah persoalan menjadi perhatian, mulai dari kondisi lahan, ketersediaan sumber air, akses menuju titik kebakaran, pola pembukaan lahan, kesiapsiagaan masyarakat, hingga kendala koordinasi dan ketersediaan sarana serta prasarana pendukung.
Seluruh hasil penyuluhan dan temuan permasalahan di lapangan nantinya akan dihimpun dan dianalisis sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Pusat dalam merumuskan kebijakan serta program pencegahan dan penanganan Karhutla yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Pemerintah Pusat dapat memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi dan kebutuhan setiap daerah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya Karhutla di Provinsi Riau.
Dengan pelaksanaan tugas secara terpadu bersama jajaran kewilayahan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menghasilkan data dan informasi, tetapi juga mampu memetakan kebutuhan serta persoalan spesifik di setiap wilayah. Selanjutnya, hasil tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan rekomendasi dan langkah tindak lanjut oleh para pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman Karhutla di Riau. (sy)






