Polda Riau Imbau Orang Tua Awasi Anak, Jangan Sampai Terjebak Aksi yang Berpotensi Ricuh

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, S.I.K.,

PEKANBARU (Riau62.com) — Polri mengimbau para orang tua untuk meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi menimbulkan kericuhan (Sabtu 29/08/26)

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan anak dari berbagai risiko yang mungkin terjadi di tengah situasi yang tidak kondusif.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi, S.I.K., mengatakan orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman, edukasi, serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama. Para orang tua diharapkan dapat membimbing dan mengedukasi anak-anaknya agar memahami risiko serta mengutamakan masa depan dan keselamatan mereka,” ujar Akmadi di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2026).

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi dan dihormati. Namun, anak-anak tetap membutuhkan pendampingan dan pemahaman yang cukup agar tidak berada dalam situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan mereka.

“Anak-anak kita memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua dalam memberikan edukasi, arahan, dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Akmadi juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang baik dengan anak serta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka, terutama ketika terdapat informasi mengenai aksi atau kegiatan penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya dan memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik serta sesuai ketentuan. Yang paling utama, jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” tuturnya.

Ia menegaskan, menjaga keselamatan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan peran bersama antara keluarga, masyarakat, dan seluruh pihak terkait.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing, dan kita edukasi anak-anak kita demi masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka ke dalam situasi yang merugikan,” pungkasnya (R6) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *