Bagansiapiapi (Riau62.com) — Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir resmi memulai pembangunan Gedung Catheterization Laboratory (Cath Lab) sebagai langkah strategis meningkatkan pelayanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung dan stroke bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Rokan Hilir. (Kamis 14/05/2026)
Fasilitas medis modern itu akan dibangun di RSUD dr. RM. Pratomo Bagansiapiapi yang merupakan rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.
Pembangunan gedung beserta sarana penunjang Cath Lab tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang bersumber dari APBN serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rokan Hilir.
Berdasarkan data sistem pengadaan elektronik, nilai pagu anggaran dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk proyek konstruksi gedung penunjang layanan medis itu mencapai sekitar Rp2,26 miliar.
Direktur RSUD dr. RM. Pratomo, Bangansiapiapi Dr. Tri Buana Tungga Dewi mengatakan, kehadiran fasilitas Cath Lab menjadi harapan baru bagi masyarakat Rokan Hilir dalam memperoleh layanan kesehatan jantung dan stroke yang cepat, tepat, serta berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
“Selama ini banyak pasien jantung maupun stroke harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan tindakan lanjutan. Dengan hadirnya Cath Lab, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang keselamatan pasien pada masa golden period semakin besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun ini RSUD Pratomo telah menerima bantuan dari pemerintah pusat melalui APBN untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
“Cath Lab ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Rokan Hilir untuk mendapatkan pelayanan jantung dan stroke yang cepat, tepat, dan bermutu di daerah kita sendiri,” tambahnya.
Saat ini, proses pembangunan telah memasuki tahap pelelangan konstruksi. Pemerintah daerah berharap proyek tersebut dapat berjalan lancar sehingga fasilitas layanan kateterisasi jantung dan intervensi pembuluh darah itu segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan Cath Lab nantinya diharapkan mampu memperkuat sistem pelayanan kesehatan di Kabupaten Rokan Hilir, sekaligus mengurangi ketergantungan rujukan pasien ke rumah sakit di luar daerah , tandasnya . (Redaksi62)







