Tapung Hilir (Riau62.com) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Erizon Efendi memberikan apresiasi atas kegiatan silaturahmi lintas agama yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Tapung Hilir, Abu Nazar, ke salah satu gereja di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir.
Kegiatan tersebut dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat toleransi, menjaga kerukunan, serta membangun hubungan harmonis antarumat beragama di Kabupaten Kampar. Dalam kunjungan itu, Abu Nazar disambut hangat oleh Cia Tambunan bersama jemaat gereja dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Pertemuan berlangsung santai dengan dialog yang membahas pentingnya menjaga persatuan, mempererat komunikasi, dan menciptakan kehidupan masyarakat yang damai di tengah keberagaman.
Menurut Erizon Efendi, kegiatan seperti ini menjadi contoh nyata penerapan moderasi beragama yang harus terus dijaga dan dikembangkan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keharmonisan antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga keamanan dan ketenteraman daerah.
Hal senada juga disampaikan Kasi Bimas Islam Kemenag Kampar, Zulpaimar. Ia menilai silaturahmi lintas agama memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, keberagaman yang ada harus menjadi kekuatan untuk membangun rasa saling menghormati dan menjaga kebersamaan.
Sementara itu, Abu Nazar menyampaikan bahwa silaturahmi lintas agama merupakan bagian dari nilai kemanusiaan dan kebangsaan yang harus terus dirawat bersama. Ia menegaskan bahwa perbedaan keyakinan bukan menjadi penghalang untuk saling menghargai dan bekerja sama menjaga keamanan serta ketenteraman masyarakat.
“Kerukunan lahir dari saling mengenal, saling menghormati, dan menjaga komunikasi yang baik. Kita semua hidup berdampingan sebagai saudara sebangsa dan setanah air,” ujarnya.
Di sisi lain, Cia Tambunan turut mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai bentuk nyata kebersamaan antarumat beragama di Kecamatan Tapung Hilir. Ia berharap hubungan baik seperti ini terus terjalin demi terciptanya suasana damai dan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Kegiatan silaturahmi lintas agama ini juga mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh agama yang saling berkunjung dan berdialog dinilai dapat menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan serta memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat. (Redaksi62)







