IWAPI Rohil Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional, Karmila: Jangan Bergantung pada Pasar Lokal

ROKAN HILIR (Riau62.com) – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Rokan Hilir sekaligus Anggota DPR RI, Hj. Dr. Karmila Sari S.Kom MM mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Rokan Hilir untuk meningkatkan daya saing dengan memperluas jangkauan pemasaran hingga ke tingkat nasional, bahkan internasional.

Hal tersebut disampaikan Karmila saat membuka Workshop UMKM yang digelar di Bagansiapiapi, Minggu (19/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing produk lokal.

Dalam sambutannya, Karmila menegaskan bahwa pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, organisasi usaha, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan agar pelaku UMKM memperoleh akses pasar yang lebih luas.

“Kita harus bekerja sama. Setiap ada kegiatan atau keramaian, informasikan kepada pelaku UMKM agar mereka bisa ikut berpartisipasi. Produk mereka harus ditata dengan baik dan yang tidak kalah penting adalah menjaga kebersihan sehingga memberikan kesan yang baik kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap ilmu yang diperoleh peserta workshop tidak berhenti hanya pada sekitar 200 peserta yang hadir, tetapi dapat disebarluaskan kepada pelaku UMKM lainnya sehingga manfaat pelatihan semakin luas.

Menurut Karmila, pembinaan terhadap UMKM akan terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui pertemuan secara daring (Zoom) yang akan menjadi wadah berbagi informasi, pengalaman, serta strategi pengembangan usaha.

“Pembinaan ini tidak berhenti hari ini. Ke depan akan ada pendampingan secara berkelanjutan melalui pertemuan online agar pelaku UMKM terus mendapatkan informasi, ide-ide baru, hingga solusi dalam mengembangkan usahanya,” katanya.

Lebih lanjut, Karmila mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak hanya mengandalkan pasar di Kabupaten Rokan Hilir. Di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang dinamis, pelaku usaha dituntut mampu memperluas pangsa pasar ke seluruh wilayah Riau, berbagai daerah di Indonesia, bahkan pasar internasional.

Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM untuk menghasilkan produk yang memiliki kualitas baik dan daya simpan lebih lama sehingga lebih mudah dipasarkan ke luar daerah.

“Kalau produknya tahan lama, proses pengiriman menjadi lebih mudah. Ketika daya beli di daerah sedang menurun, produk kita masih bisa dipasarkan ke provinsi lain, bahkan menjangkau pasar nasional maupun internasional,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Karmila juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang dinilai memiliki jaringan luas dan berpotensi menjadi mitra strategis dalam memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM.

Ia berharap sinergi antara IWAPI, pemerintah, PHR, dan seluruh mitra kerja dapat terus diperkuat sehingga program pembinaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu melahirkan UMKM yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Rokan Hilir.

“Harapan kami, setelah mengikuti workshop ini, pelaku UMKM benar-benar mengalami perubahan, baik dari sisi kualitas produk, pemasaran, maupun kemampuan mengembangkan usaha sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tutup Karmila.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *