BAGANSIAPIAPI (Riau62.com) – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, Dinas Pemadam Kebakaran, serta berbagai pemangku kepentingan menggelar Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Lapangan MTQ Bagansiapiapi, Kamis (6/8/2026).
Apel tersebut merupakan langkah memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino sehingga meningkatkan risiko terjadinya Karhutla.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA., MBA., Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi, S.Hub.Int., Kajari Rokan Hilir Firdaus, Danyon B Satbrimob Polda Riau AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.I.K., M.Tr.Mil., Kepala BPBD Rokan Hilir, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Kapolsek jajaran, serta perwakilan instansi terkait.
Dalam apel tersebut dilakukan pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana penanggulangan Karhutla. Selain itu, seluruh instansi memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif apabila terjadi kebakaran.
Upaya pencegahan menjadi fokus utama melalui deteksi dini, patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta respons cepat terhadap setiap potensi munculnya titik api.
Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi mengatakan pengendalian Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja.
«”Penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama melakukan pencegahan serta penanggulangan,” ujar Kapolres.»
Ia menegaskan, Polri bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus meningkatkan patroli terpadu, memperkuat edukasi kepada masyarakat, serta melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.
«”Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Sebagian besar wilayah Rokan Hilir merupakan kawasan gambut yang sangat rentan terhadap kebakaran. Pencegahan adalah langkah terbaik dalam menghadapi Karhutla,” tegasnya.»
Melalui Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Tahun 2026 ini, seluruh personel dan pemangku kepentingan diharapkan semakin siap menghadapi musim kemarau. Sinergi antarinstansi dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terjadinya Karhutla, menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di Kabupaten Rokan Hilir.






