Renungan Suci HUT ke-81 RI, Bupati Rohil Ajak Masyarakat Tak Lupa Jasa Para Pahlawan

ROKAN HILIR (Riau62.com) – Dalam heningnya malam, ketika sebagian besar masyarakat terlelap, Taman Makam Pahlawan di Jalan Utama, Bagansiapiapi, justru dipenuhi suasana khidmat dan haru.

Tepat pukul 00.00 WIB, Minggu (16/8/2026), Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama jajaran Forkopimda dan berbagai elemen masyarakat melaksanakan Upacara Renungan Suci dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Di bawah temaram cahaya malam dan obor yang menyala, seluruh peserta upacara menundukkan kepala, mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi merebut, mempertahankan, serta mengisi kemerdekaan Indonesia.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir, H. Basiran Nur Effendi. Upacara berlangsung tertib, penuh keheningan dan penghormatan.

Turut hadir Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA., MBA., Dandim 0321/Rokan Hilir Letkol Inf. M. Ricky Prawiratama Putra, Kapolres Rokan Hilir AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., Danyon Brimob Pelopor B AKBP Efadhoni Lilik Pamungkas, S.H., S.I.K., M.Tr.Mil., perwakilan Kejari Rohil Alfriwan Putra, S.H., jajaran Forkopimda, pejabat instansi vertikal, LVRI, kepala OPD, staf, organisasi kemasyarakatan hingga Pramuka.

Bagi Bupati Rohil H. Bistamam, Renungan Suci bukan sekadar agenda seremonial dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari perjuangan panjang dan pengorbanan yang tidak ternilai.

Keheningan malam di Taman Makam Pahlawan seolah mengajak setiap peserta untuk kembali merenungkan arti sebuah perjuangan. Di balik kemerdekaan yang diwariskan kepada generasi saat ini, terdapat nama-nama para pejuang yang telah memberikan segalanya untuk bangsa dan negara.

Cahaya obor yang menyala di tengah gelapnya malam pun menjadi simbol semangat perjuangan yang tidak boleh padam.

Semangat itulah yang diharapkan terus diwariskan kepada generasi muda Rokan Hilir. Bukan lagi melalui perjuangan mengangkat senjata, melainkan dengan menjaga persatuan, memperkuat rasa kebangsaan, berkarya, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat dan daerah.

Renungan Suci juga menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa kemerdekaan merupakan amanah. Karena itu, perjuangan para pahlawan harus diteruskan melalui pembangunan dan kontribusi nyata demi mewujudkan Rokan Hilir yang semakin maju.

Dalam suasana penuh haru tersebut, penghormatan kepada para pahlawan tidak berhenti pada doa dan keheningan malam. Nilai-nilai perjuangan mereka diharapkan tumbuh dalam kehidupan sehari-hari—menjadi semangat untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta merawat persatuan dan kebersamaan.

Upacara Renungan Suci kemudian berakhir dengan tertib dan aman. Namun, pesan dari malam itu tetap menyala: kemerdekaan boleh diwariskan, tetapi semangat perjuangan harus terus dihidupkan.

Di bawah langit Bagansiapiapi yang sunyi, nama-nama para pahlawan kembali dikenang. Dan dari tempat peristirahatan terakhir mereka, generasi penerus kembali diingatkan bahwa Indonesia yang merdeka adalah hasil dari pengorbanan yang harus dijaga dengan karya, persatuan dan pengabdian. (sy) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *