Pemerintah Provinsi Riau bersama Kementerian PUPR terus mempercepat pengerjaan Jalan Tol Pekanbaru-Rengat yang merupakan bagian krusial dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Hingga memasuki pertengahan Maret 2026, pengerjaan Seksi I yang menghubungkan Pekanbaru menuju perbatasan Indragiri Hulu menunjukkan kemajuan yang sangat signifikan. Berdasarkan pantauan di lapangan, struktur badan jalan sudah mulai terlihat kokoh, dan beberapa jembatan penghubung antar-desa telah memasuki tahap finishing.
Gubernur Riau dalam tinjauan terbarunya menyatakan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur jalan, melainkan upaya strategis untuk memutus isolasi ekonomi di wilayah Riau bagian selatan. Selama ini, biaya logistik dari wilayah Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir menuju pelabuhan di Dumai cukup tinggi akibat waktu tempuh yang lama dan kondisi jalan lintas timur yang sering mengalami kerusakan beban berat.
“Dengan adanya tol ini, waktu tempuh yang biasanya memakan waktu 5 hingga 7 jam nantinya bisa dipangkas menjadi hanya 2,5 jam saja. Ini adalah penghematan luar biasa bagi para pelaku usaha, terutama di sektor perkebunan kelapa sawit dan karet,” ungkapnya. Selain efisiensi waktu, tol ini diprediksi akan memicu pertumbuhan kawasan industri baru di sekitar exit toll, yang akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal dari pemuda-pemudi Riau.
Dinas Perhubungan Riau juga menambahkan bahwa aspek keamanan berkendara menjadi prioritas dalam pembangunan ini. Jalur tol ini dilengkapi dengan teknologi Smart CCTV yang mampu mendeteksi kendaraan melebihi kapasitas (ODOL) secara otomatis, guna menjaga keawetan aspal dan keselamatan pengguna jalan.
Hashtag: #TolPekanbaruRengat #InfrastrukturRiau #EkonomiRiau #Riau62 #PembangunanSumatera #SawitRiau #BeritaRiauTerbaru













