Riau +62 Pers Indonesia
Rabu, April 15, 2026
23 °c
Rokan
  • Login
  • Beranda
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
    • Berita Bengkalis
    • Berita Indragiri Hulu
    • Berita Indragiri Hilir
    • Berita Kampar
    • Berita Kepulauan Meranti
    • Berita Kuantan Singingi
    • Berita Pelalawan
    • Berita Rokan Hilir
    • Berita Rokan Hulu
    • Berita Siak
    • Berita Dumai
    • Berita Pekanbaru
  • Bisnis
    • Ekonomi
    • Properti
  • Politik
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • Teknologi
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Kesehatan
No Result
View All Result
Riau +62 Pers Indonesia
No Result
View All Result
Riau +62 Pers Indonesia
No Result
View All Result
Home Berita Pilihan
Emisi Energi RI Tertinggi di ASEAN, Nuklir Dinilai Jadi Opsi Strategis

Photo ilustrasi AI

Emisi Energi RI Tertinggi di ASEAN, Nuklir Dinilai Jadi Opsi Strategis

Riau 62 by Riau 62
24 Maret 2026
in Berita Pilihan, Bisnis, Ekonomi, Pemerintahan
0 0
0
0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta ,RIAU62.COM – Tekanan terhadap Indonesia untuk mempercepat transisi energi semakin kuat seiring meningkatnya emisi karbon dari sektor energi dalam dua dekade terakhir. Pemerintah melalui dokumen Second Nationally Determined Contribution (SNDC) menargetkan penurunan emisi signifikan pada periode 2030 hingga 2035 sebagai bagian dari jalur menuju net zero emission (NZE) pada 2060.

 

Dorongan ini muncul di tengah fakta bahwa emisi energi Indonesia terus meningkat tajam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan emisi dari sektor energi yang pada tahun 2000 berada di kisaran 317 juta ton CO₂e, melonjak menjadi 752 juta ton CO₂e pada 2023.

 

Bahkan secara regional, Indonesia kini menjadi penyumbang emisi energi terbesar di Asia Tenggara secara absolut.

 

Data Energy Institute menunjukkan bahwa pada 2024 emisi CO₂ dari sektor energi Indonesia mencapai sekitar 747 juta ton, jauh melampaui negara ASEAN lain seperti Malaysia sekitar 296 juta ton, Thailand sekitar 271 juta ton, Singapura sekitar 248 juta ton, Filipina sekitar 164 juta ton, dan Vietnam sekitar 334 juta ton.

Menurut laporan ANTARA, kondisi ini menunjukkan bahwa proses transisi energi di Indonesia masih menghadapi tantangan besar, terutama ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil.

 

“Ketergantungan Indonesia terhadap batu bara masih menjadi penghambat utama dalam proses transisi energi,” Ungkap Direktur NEXT Indonesia Center Christiantoko kutip ANTARA News

 

Data konsumsi energi primer pada 2024 menunjukkan batu bara masih mendominasi dengan porsi 43,9 persen dari total konsumsi sekitar 10,75 exajoules. Sementara itu, minyak bumi menyumbang 29,4 persen, gas alam 15,8 persen, dan energi baru terbarukan (EBT) masih relatif kecil yakni sekitar 10,8 persen.

 

Tekanan Permintaan Listrik dan Tantangan Transisi

 

Kondisi ini semakin kompleks karena kebutuhan listrik Indonesia diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, serta urbanisasi.

Indonesia saat ini memiliki konsumsi listrik per kapita sekitar 1.337 kWh, jauh lebih rendah dibandingkan negara ASEAN lain seperti Malaysia yang mencapai 4.986 kWh, Thailand 2.829 kWh, Vietnam 2.624 kWh, dan Singapura 9.750 kWh.

 

Kesenjangan ini menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi konsumsi listrik nasional. Namun di sisi lain, peningkatan konsumsi listrik yang hanya bergantung pada batu bara akan bertentangan dengan target iklim nasional.

Pemerintah sendiri dalam dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 telah menetapkan kebijakan phase down batu bara. Artinya, kapasitas pembangkit listrik berbasis fosil secara bertahap akan digantikan oleh sumber energi yang lebih bersih.

 

Dalam konteks inilah berbagai opsi energi bersih mulai dibahas secara lebih serius, termasuk tenaga nuklir yang dinilai mampu menyediakan listrik skala besar secara stabil sebagai baseload power.

 

Teknologi Nuklir Generasi Baru Mulai Dilirik

 

Di tengah diskusi mengenai diversifikasi energi, teknologi reaktor garam cair atau Molten Salt Reactor (MSR) mulai mendapat perhatian sebagai salah satu alternatif pembangkit listrik rendah karbon.

 

Teknologi ini sebenarnya bukan konsep baru. Reaktor MSR pertama kali dikembangkan dan divalidasi oleh Oak Ridge National Laboratory milik Departemen Energi Amerika Serikat pada dekade 1960-an.

 

MSR menggunakan garam cair sebagai pendingin sekaligus bahan bakar, sehingga dapat beroperasi pada tekanan rendah. Karakteristik ini membuat sistemnya memiliki efisiensi termal lebih tinggi serta secara inheren mengurangi risiko sistem bertekanan tinggi yang menjadi perhatian pada desain nuklir konvensional.

 

Selain itu, teknologi ini juga memiliki fleksibilitas bahan bakar, termasuk kemungkinan memanfaatkan uranium bekas maupun thorium di masa depan.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan desain MSR untuk pasar negara berkembang adalah PT Thorcon Power Indonesia.

 

Pendiri Thorcon, Jack Devanney, mantan profesor arsitektur kelautan di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mengusulkan pendekatan yang berbeda dalam pembangunan pembangkit nuklir.

 

Sebagaimana dilaporkan oleh recessary.com, Thorcon menggabungkan teknologi reaktor garam cair dengan metode manufaktur industri galangan kapal.

 

Pendekatan ini memanfaatkan teknik produksi yang telah matang seperti panel line fabrication, plasma cutting, dan robotic welding. Seluruh struktur utama reaktor dirancang menggunakan baja tahan karat 316 yang merupakan material standar industri perkapalan.

 

Model tersebut memungkinkan pembangkit listrik nuklir diproduksi secara manufaktur di galangan kapal, kemudian diangkut melalui laut menuju lokasi operasi.

 

Perbedaannya cukup signifikan dibandingkan proyek nuklir konvensional. Pembangkit nuklir skala besar umumnya membutuhkan waktu konstruksi minimal enam tahun bahkan hingga satu dekade.

 

Sebaliknya, unit reaktor Thorcon berkapasitas 500 MW (2 x 250 MW) dirancang dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu tahun konstruksi di galangan kapal, kemudian dilanjutkan sekitar satu tahun pengujian dan komisioning.

 

Pemangkasan waktu pembangunan tersebut secara langsung menurunkan risiko pembiayaan serta kebutuhan modal proyek.

 

Thorcon juga menargetkan harga listrik sekitar USD 0,07 per kWh, yang diklaim dapat bersaing dengan pembangkit listrik batu bara. Faktor biaya ini dinilai penting karena banyak negara berkembang tidak dapat mengadopsi teknologi energi baru jika biaya listriknya tidak kompetitif.

 

Indonesia Jadi Lokasi Strategis

 

Indonesia menjadi salah satu negara yang dipandang memiliki kebutuhan paling mendesak terhadap listrik skala besar yang bersih dan terjangkau.

 

Melalui PT Thorcon Power Indonesia, perusahaan tersebut sejak 2021 telah memulai proses perizinan untuk pembangunan pembangkit nuklir demonstrasi di Indonesia.

 

Pada tahun 2025, perusahaan memperoleh persetujuan Evaluasi Tapak dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) untuk lokasi yang diusulkan di Pulau Kelasa, Bangka Tengah.

 

Lokasi ini direncanakan menjadi tempat pembangunan unit demonstrasi reaktor garam cair sebelum pengembangan komersial dilakukan secara lebih luas.

Keterlibatan Indonesia dalam proses lisensi teknologi nuklir tersebut dinilai berpotensi mendorong terbentuknya ekosistem energi nuklir nasional, sekaligus mendukung rencana pemerintah untuk memasukkan energi nuklir hingga 44 GW dalam bauran energi nasional pada 2060. (*)

Tags: Emisi Energi RIJadi Opsi StrategisNuklir DinilaiTertinggi di ASEAN
ShareTweetSend
Previous Post

Satreskrim Polres Rokan Hilir bergerak cepatTindak lanjuti Informasi Dugaan Penimbunan BBM Ilegal

Next Post

Semangat Gotong-Royong Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA Bersama Masyarakat Renovasi Mushola Al-Ikhlas 

Riau 62

Riau 62

Next Post
Semangat Gotong-Royong Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA Bersama Masyarakat Renovasi Mushola Al-Ikhlas 

Semangat Gotong-Royong Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG Yonif 763/SBA Bersama Masyarakat Renovasi Mushola Al-Ikhlas 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dukungan Terhadap TNI dan Polri

https://riau62.com/wp-content/uploads/2026/04/WhatsApp-Video-2026-04-05-at-11.58.58-PM.mp4
No Result
View All Result
  • Trending
  • Comments
  • Latest
72 Jam Saja! Mandat “Berdarah” Bupati Bistamam: Direksi Baru SPRH Bereskan BBM atau Mundur!

72 Jam Saja! Mandat “Berdarah” Bupati Bistamam: Direksi Baru SPRH Bereskan BBM atau Mundur!

28 Maret 2026
Kurir Layanan jasa pengiriman paket SPX Diduga melakukan pemaksaan terhadap penerima

Kurir Layanan jasa pengiriman paket SPX Diduga melakukan pemaksaan terhadap penerima

14 Maret 2026
BIADAP, Kakek di Kubu Babussalam Cabuli Cucu Kandung

BIADAP, Kakek di Kubu Babussalam Cabuli Cucu Kandung

6 April 2026
Percepat Pengesahan RT RW, Sekda Rohil Fauzi Efrizal Pimpin Rapat Finalisasi Dokumen

Percepat Pengesahan RT RW, Sekda Rohil Fauzi Efrizal Pimpin Rapat Finalisasi Dokumen

27 Maret 2026
kapolres Rohil dan wakil bupati Rohil hadiri pasar murah ramadhan

Kapolres Rohil dan Wakil Bupati Rohil Hadiri Pasar Murah Ramadhan

0
21 Mahasiswa STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

21 Mahasiswa STAI Ar-Ridho Bagansiapiapi Ikuti Sidang Seminar Proposal

0
Menilik Progres Jalan Tol Pekanbaru-Rengat 2026: Urat Nadi Baru yang Siap Mengubah Wajah Ekonomi Riau Selatan

Menilik Progres Jalan Tol Pekanbaru-Rengat 2026: Urat Nadi Baru yang Siap Mengubah Wajah Ekonomi Riau Selatan

0
Wamen Stella Christie Kunjungi Rohil, Bupati H. Bistaman Sambut Rencana Pembangunan Sekolah Garuda

Wamen Stella Christie Kunjungi Rohil, Bupati H. Bistaman Sambut Rencana Pembangunan Sekolah Garuda

0
Respons Keresahan Publik, Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba Berbasis Penindakan dan Pengawasan

Respons Keresahan Publik, Polda Riau Bentuk Satgas Anti Narkoba Berbasis Penindakan dan Pengawasan

14 April 2026
Komitmen Berantas narkoba ; satnarkoba polres Rohil serta Jajaran polsek sisir daerah rawan narkoba 

Komitmen Berantas narkoba ; satnarkoba polres Rohil serta Jajaran polsek sisir daerah rawan narkoba 

14 April 2026
Komitmen Polda Riau ; kapolres Rohil lantik Kapolsek baru langkah preventif dan membentuk Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) Panipahan sebagai pilot project.

Komitmen Polda Riau ; kapolres Rohil lantik Kapolsek baru langkah preventif dan membentuk Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) Panipahan sebagai pilot project.

13 April 2026
Waka polda Riau tegaskan ; Tidak ada ampun bagi bandar Narkoba dengan prinsip zero tolerance.

Waka polda Riau tegaskan ; Tidak ada ampun bagi bandar Narkoba dengan prinsip zero tolerance.

12 April 2026

Selamat datang di Riau62.com
MENGAKAR DI BUDAYA MENGABARKAN DUNIA.

Perusahaan

  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Login
No Result
View All Result

Kontak

Email : cs@riau62.com
Telp/WA : +62 822-8579-0175
Alamat : Jl. Kecamatan Batu 7, Riau

Follow us

  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi

© 2026 Riau62 Mengakar di Budaya Mengabarkan Dunia PT. RIAU INDONESIA PERS.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Login
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi

© 2026 Riau62 Mengakar di Budaya Mengabarkan Dunia PT. RIAU INDONESIA PERS.