Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Revitalisasi 71 Ribu Sekolah dan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

Persiden Prabowo bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Istana Merdeka (dokumentasi setpres)

JAKARTA (Riau62.com) – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pelaksanaan berbagai program prioritas di sektor pendidikan, mulai dari revitalisasi puluhan ribu sekolah hingga pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi. Arahan tersebut disampaikan Presiden saat menerima Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui percepatan sejumlah program strategis. Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden dengan Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Abdul Mu’ti melaporkan bahwa program revitalisasi sekolah pada tahun 2025 telah terealisasi 100 persen dengan menjangkau 16.167 satuan pendidikan di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk tahun 2026, pemerintah bersama DPR telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp14 triliun guna melaksanakan revitalisasi total terhadap 71.744 satuan pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

“Program revitalisasi sekolah menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memastikan seluruh peserta didik memperoleh akses pendidikan yang layak dengan sarana dan prasarana yang memadai,” ujar Abdul Mu’ti.

Selain revitalisasi sekolah, Abdul Mu’ti juga menyampaikan perkembangan program Sekolah Nasional Terintegrasi, yang dirancang sebagai sekolah unggulan nonasrama dengan standar layanan pendidikan yang terintegrasi dan berkualitas.

Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan ekosistem pendidikan yang lebih maju, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pendidikan unggul di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Abdul Mu’ti turut melaporkan kebijakan pemerintah terkait peningkatan kesejahteraan guru. Pemerintah telah melakukan penyesuaian tunjangan bagi guru ASN maupun non-ASN, disertai penerapan mekanisme baru berupa penyaluran tunjangan secara langsung ke rekening masing-masing guru setiap bulan.

Tak hanya berfokus pada aspek kesejahteraan, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kompetensi tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk penyediaan beasiswa bagi para guru.

Di bidang transformasi digital pendidikan, Abdul Mu’ti melaporkan perkembangan pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi di sekolah.

Sepanjang tahun 2025, pemerintah telah mendistribusikan 288.865 unit Interactive Flat Panel ke berbagai satuan pendidikan di seluruh Indonesia guna mendukung proses belajar mengajar yang lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan sistem pendidikan nasional yang lebih merata, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan masa depan

Sumber : BPMI Setpres

Editor     : Redaksi62

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *