Warga Minta Penanganan Malaria di Sinaboi Dilakukan Secara Berkelanjutan

Ilustrasi photo visual AI

SINABOI (Riau62.com) – Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, berharap pemerintah daerah memperkuat upaya penanganan malaria secara berkelanjutan. Mereka menilai penyakit tersebut masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat di wilayah pesisir itu dan membutuhkan penanganan yang konsisten.

Tokoh Pemuda Sungai Bakau, Khairul Anwar, S.Kom, mengatakan malaria bukan persoalan baru bagi masyarakat Sinaboi. Menurutnya, berbagai upaya yang telah dilakukan perlu diperkuat dengan program yang berkesinambungan agar penanganannya tidak hanya bersifat sementara.

“Malaria di Kecamatan Sinaboi bukan lagi persoalan baru, tetapi persoalan yang hingga kini belum terselesaikan secara tuntas. Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan penanganan sesaat ketika kasus meningkat, melainkan menyusun langkah yang berkelanjutan dan terukur hingga malaria benar-benar dapat dikendalikan,” ujarnya.

Khairul berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait semakin mengoptimalkan langkah pencegahan, seperti pengendalian vektor, penyemprotan berkala di wilayah rawan, penyediaan obat-obatan, edukasi kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

“Sudah saatnya ada komitmen yang nyata agar Kecamatan Sinaboi terbebas dari malaria. Kesehatan masyarakat adalah hak yang harus dipenuhi, bukan sekadar janji yang terus berulang,” tambahnya.

Senada dengan itu, Tokoh Masyarakat Raja Bejamu, Riki Dermawan, S.Sos, menilai penanganan malaria perlu menjadi salah satu prioritas pemerintah karena dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga terhadap produktivitas masyarakat dan aktivitas perekonomian.

“Pemerintah perlu menghadirkan program yang berkesinambungan, bukan hanya ketika kasus meningkat. Pencegahan, pelayanan kesehatan, edukasi, dan pengendalian penyebaran malaria harus dilakukan secara terpadu agar masyarakat tidak terus hidup dalam ancaman penyakit ini,” katanya.

Riki berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun langkah yang terencana, terukur, dan berkelanjutan sehingga angka kasus malaria di Kecamatan Sinaboi dapat ditekan secara signifikan.

Masyarakat juga berharap sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah kepenghuluan, serta seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar upaya pencegahan dan pengendalian malaria dapat berjalan secara efektif dan berkesinambungan. Dengan komitmen bersama, warga optimistis Kecamatan Sinaboi dapat terbebas dari ancaman malaria di masa mendatang.(sy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *