Merah Putih Diturunkan, Pesan Wabup Rohil Menggema: Estafet Bangsa Ada di Tangan Generasi Muda

ROKAN HILIR (Riau62.com) – Upacara penurunan Sang Saka Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat di Lapangan Taman Budaya Batu Enam, Jalan Lintas Pesisir, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Senin (17/8/2026).

Apel penurunan bendera dipimpin oleh Iptu Dean N. Nasution, S.H., dengan Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA., MBA. bertindak sebagai pembina upacara.

Upacara turut dihadiri unsur Forkopimda Rohil, Kepala Kejaksaan Negeri Rohil, Dandim 0321/Rohil, Wakapolres Rohil, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya.

Dalam momentum tersebut, Wakil Bupati Jhony Charles menyampaikan ucapan selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia berharap bertambahnya usia Indonesia membawa perubahan yang semakin baik dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di kabupaten Rokan Hilir

“Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Dengan bertambahnya usia negeri ini, semoga Indonesia, umumnya Riau, terkhususnya Rokan Hilir semakin sejahtera, semakin baik dan semakin ada perubahan ke depannya,” ujarnya.

Jhony Charles juga memberikan perhatian kepada generasi muda, khususnya para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang telah menjalankan tugas dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Menurutnya, Paskibraka merupakan gambaran generasi muda yang memiliki kedisiplinan, semangat dan tanggung jawab. Mereka dinilai sebagai bibit penerus bangsa yang harus terus didorong untuk meraih cita-cita.

“Anak-anak kita luar biasa semangatnya. Ketika saya tanya cita-citanya sangat hebat, ada yang ingin menjadi tentara, anggota angkatan, dan ada juga yang ingin menjadi dokter,” katanya.

Ia berpesan kepada generasi muda agar terus belajar dan mempersiapkan diri untuk menjadi penerus bangsa.

“Kalian adalah bibit penerus negeri. Semangat untuk belajar,” pesannya.

Namun, di usia 81 tahun kemerdekaan, Jhony Charles mengakui masih terdapat masyarakat yang belum sepenuhnya merasakan makna kemerdekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, persoalan tersebut merupakan pekerjaan rumah bersama dan tidak dapat dibebankan hanya kepada satu pihak. Pemerintah di setiap tingkatan memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Ini tugas kita bersama, tugas seluruh pemimpin, mulai dari Presiden, Gubernur, Bupati, Wali Kota, Camat, Lurah, RT hingga RW. Tugas kita bersama, tidak bisa sendiri,” tegasnya.

Ia menegaskan, makna kemerdekaan bukan hanya terbebas dari penjajahan, tetapi bagaimana seluruh masyarakat dapat merasakan kehadiran negara melalui pembangunan, pelayanan dan peningkatan kesejahteraan.

Penurunan Sang Saka Merah Putih di Lapangan Taman Budaya Batu Enam pun menjadi momentum refleksi bahwa perjuangan untuk mengisi kemerdekaan masih terus berlangsung. Estafet tersebut kini berada di tangan generasi muda dan seluruh elemen masyarakat (sy) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *