BAGANSIAPIAPI ,RIAU62.COM – Langkah tegas yang diambil Bupati Rokan Hilir, H. Bistamam, dalam menyikapi krisis bahan bakar yang mencekik warga.
Tak sekadar melakukan penyegaran jabatan, sang kepala daerah secara resmi menarik garis tegas antara “hak” dan “tanggung jawab” mutlak dalam pengelolaan PT Sarana Pembangunan Rohil (SPRH). (Sabtu 28/03/2026)
Di bawah bayang-bayang audit investigatif Inspektorat, jajaran direksi dan komisaris baru kini memikul beban berat Memulihkan urat nadi ekonomi warga dalam waktu singkat—hanya 72 jam.
Bupati Tak Mau Lagi Jadi “Tumbal” Manajemen
Bupati H. Bistamam, selaku pemegang saham mayoritas, tak lagi mampu menutupi kegeramannya. Bagi beliau, karut-marut di SPBU Batu 4 bukan sekadar masalah teknis pengiriman, melainkan indikasi kuat adanya pengkhianatan manajerial.
“Saya tidak mau kita terus-menerus di-bully warga,” tegas Bupati dengan nada tinggi dalam rapat darurat di Mess Pemda.kamis 26 maret 2026 Lalu
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Bupati sedang “cuci gudang” dari kegagalan manajemen lama. Melalui RUPS darurat, pembersihan struktur dilakukan secara ekstrem, lengkap dengan ancaman jalur hukum jika ditemukan penyelewengan dana.
Kursi Panas: Ujian Nyali Manajemen Baru
Jajaran direksi dan komisaris yang baru dilantik dipastikan tidak akan duduk di kursi empuk. Mereka diwarisi “bom waktu” berupa arus kas yang macet dan operasional yang lumpuh total. Mandat yang diberikan bukan lagi bersifat administratif, melainkan operasi taktis lapangan:
1. Normalisasi Distribusi: Memastikan kuota 32 KL terserap dan tersalurkan ke masyarakat tanpa ada “drama” stok kosong.
2. Pembersihan Internal: Instruksi tegas untuk memecat oknum karyawan yang terbukti “bermain mata” dengan para spekulan BBM.
3. Restorasi Arus Kas: Memulihkan administrasi perbankan agar penebusan BBM ke Pertamina tidak lagi terhambat oleh kendala birokrasi internal.Profesionalisme atau Sekadar “Titipan”?
Pengamat kebijakan daerah sehari harinya dipanggil WAK UDIN menilai bahwa kegagalan SPRH selama ini adalah bukti nyata terputusnya komunikasi antara kebijakan Pemda dan eksekusi lapangan. Kini, direksi baru ditantang membuktikan identitas mereka, Apakah mereka profesional sejati atau hanya “pejabat titipan”?
Hasil audit Inspektorat akan menjadi cermin. Jika ditemukan penyimpangan, mereka yang baru pun bisa terseret jika tidak segera melakukan pembenahan total,” ungkap sang pengamat.
Pertaruhan Marwah Rohil Kini bola panas sepenuhnya ada di tangan manajemen baru. Jika dalam tiga hari ke depan antrean panjang masih mengular di SPBU Batu 4 dan stok tetap kosong, maka bukan hanya Direksi yang gagal, namun kredibilitas Bupati dalam memilih orang juga akan dipertanyakan.
Masyarakat Bagansiapiapi, terutama di tengah momentum Lebaran dan ritual Cheng Beng, tidak butuh janji manis di atas kertas. Mereka hanya butuh satu kepastian: BBM tersedia dan harga stabil. Tuntasnya
Konfirmasi dilakukan terhadap pihak pihak terkait melalui kepala Inspektorat Rokan Hilir H. Sarman Syahroni, ST., M.IP. Beliau menyampaikan belum ada melakukan audit investigasi, dan terkait BUMD, PT. SPRH sudah di tangani langsung oleh penegak hukum jelasnya.
Sementara itu konfirmasi terus dilakukan kepada pihak Direksi baru PT. SPRH Rohil hingga berita ini diturunkan belum ada pihak terkait memberikan konfirmasi serta klarifikasi nya
Namun demikian Redaksi masih membuka ruang untuk klarifikasi untuk perimbangan sesuai dengan undang undang pers serta sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan profesionalitas jurnalistik (Redaksi62)















