Bagansiapiapi, RIAU62.COM – Pemkab Rokan Hilir kembali dituding gagal dalam mengelola BUMD hingga mengakibatkan kelangkaan BBM di kota Bagansiapiapi beberapa hari terakhir. Kegagalan ini dipicu karena tidak beroperasinya SPBU milik pemda yang berada di pusat ibu kota tersebut.
Bukan rahasia umum lagk, disaat lebaran idul fitri kebutuhan BBM masyarakat akan meningkat. Seharusnya manajemen SPBU sudah menyiapkan stok BBM agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Padahal anggaran yang berada dalam rekening perusahaan dinilai cukup untuk membeli menyuplay BBM dari pertamina.
SPBU dibawah naungan PT SPRH ini tak mampu mengelola anggaran yang sudah dialokasikan untuk operasional. Alih alih menggunakan modal sendiri, perusahaan plat merah ini disinyalir lebih memilih menggunakan modal pihak ketiga yang tak jelas pembagiannya.
Hal ini nyatanya sudah menjadi konsumsi masyarakat Rokan Hilir. Wita (43 tahun) ibu rumah tangga asal Bagansiapiapi ini pun mengaku jika manajemen SPBU milik pemda mampu dikelola dengan baik, kemungkinan tak akan terjadi kelangkaan.
“Cubo SPBU batu ompek dibuka, pasti tak payah awak mengantri di jalan Bintang ko doh. Ai tu solar langka, katonyo duit tak ado gara gara rekening perusahaan di blokir. Karna di demo di DPRD, di buka balik blokir tu. Kini apo lai alasnnyo, ai tu kato nyo stok untuk yayo ko dipastikan aman. Mano dio? Udah buapo ai tak ado minyak dah, kami nak bekojo. Kalau kan ado, itupun ogonyo 30 ibu seliter. Iduik dah susah, janganlah makin susah. Pak bupati, tolong lah masyarakat apak ko. Kalau macam iko mati togak kami pak,” ungkapnya disela sela mengantri BBM di SPBU milik PT RJM jalan Bintang Hilir.
Wita datang bersama anaknya, ia mengaku rela mengantri dari selesai sholat subuh agar bisa mendapat BBM jenis pertalite untuk sepeda motornya.
Tak hanya itu, di sosial media pun masyarakat meminta bupati Rokan Hilir untuk mengambil kebijakan dalam mengatasi persoalan ini.
Hingga berita ini diterbitkan, tak ada respon yang diberikan pemerintah kabupaten Rokan Hilir. Kadisperindag yang di hubungi melalui aplikasi WA memilih diam dan mengabaikan pesan yang di kirim awak media. Bahkan manajer SPBU hingga kini tak dapat dihubungi.















